Corak Santri Dalam Diri Sandiaga, Dirasa Sempurna Untuk Menemani Sosok Nasionalis Ibarat Prabowo

“Saya kira, dia (Sandiaga Uno) hidup dialam modern, tapi dia mengalami proses spiritualisasi dan Islamisasi. Saya dapat mengatakan, saudara Sandi merupakan sosok santri di kurun post Islamisme,” ujar Sohibul Iman, Presiden Partai Keadilan Sejahtera


Pandangan publik terhadap Sandiaga Uno memang beragam, tapi dalam kacamata publik selama ini, sosoknya tidak masuk dalam kategori santri. Namun, pernyataan yang diucapkan Sohibul di atas mengambarkan bahwa presiden PKS ini memang mempunyai pandangan berbeda terhadap sosok mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.


Secara konsep, ketiga parpol (PKS, PAN dan Demokrat) setuju untuk mengusung kepemimpinan nasional dan islam dalam konsep dwi tunggal. Dimana menggandengkan kepemimpinan nasional yang dimiliki Prabowo dengan kepemimpinan Islam atau kepemimpinan kaum santri. Oleh alasannya itu Sandiaga dirasa cocok untuk menjadi representasi kaum santri yang sesuai dengan zaman sekarang.


“Mudah-mudahan dia benar-benar menjadi pola pemimpin Muslim yang kompatibel dengan perkembangan zaman,” tambah Sohibul.


Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun dirasa sempurna memimpin Indonesia periode 2019-2024. PKS, Gerindra, dan PAN pun setuju mengusung Prabowo dan Sandiaga sebagai calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pilpres tahun depan. Bagi Sohibul pun kedua sosok tersebut mempunyai peran matang.


“Kedua tokoh sudah berkiprah dan berprestasi di bidangnya masing-masing,” ujar Sohibul.


Ma’Ruf Jadi Khatib Di Istiqlal, Prabowo-Sandi Pindah Jumatan Ke Sunda Kelapa

Capres dan cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno niatnya akan mendaftarkan diri ke KPU hari ini. Sebelum mendaftarkan diri, Prabowo dan kawan-kawan bakal bertemu Susilo Bambang Yudhoyono di Kuningan, dan berjumatan di Masjid Sunda Kelapa bilangan Menteng, Jakarta Pusat.


Sebelumnya Prabowo dan Sandiaga berencana salat Jumat di Masjid Istiqlal, namun berubah haluan dengan pindah ke Masjid Sunda Kelapa. Disisi lain Ma’ruf Amin yang merupakan cawapres dari Jokowi rencananya bakal menjadi khatib salat Jumat di Istiqlal. Hal ini disampaikan pribadi oleh Muhammad Wahyono, Wakil Ketua Bidang Takmir Masjid Istiqlal. Bahkan ketika ini sudah dilakukan sterilisasi oleh Paspampres di sana.


“Menag yang telepon. Masjid Istiqlal kan di bawah beliau. Ya kita melaksanakan,” kata Wahyono dikutip dari Detik.


Entah apa yang menciptakan pasangan Prabowo dan Sandiaga pindah tujuan dari Istiqlal menuju Sunda Kelapa. Apa alasannya aroma persaingan sudah dimulai atau alasannya proses sterilisasi? Menurut, Bung?


Mahfud Menunggu Di Restoran Akrab Joko Widodo Menggelar Jumpa Pers, Keputusan Belum Datang, Beliau Pamit Duluan

Setelah digadang-gadang bakal menemani Joko Widodo sebagai Wakil Presiden di Pilpres 2019, Mahfud MD mengaku kaget atas keputusan orang nomor satu di Indonesia tersebut yang menentukan Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden untuk mendampinginya di Pilpres 2019. Meskipun kaget namun beliau mendapatkan keputusan tersebut dengan tulus sebab beliau menilai proses yang berjalan sangat konstitusional.


“Menurut saya biasa di dalam politik, itu tidak apa-apa. Kita harus lebih mengutamakan keselamatan negara ini daripada sekadar nama Mahfud, nama Ma’ruf Amin atau nama lain,” ujar Mahfud.


Sebelumnya Mahfud mengungkap jikalau dirinya sudah diminta mempersiapkan diri sebagai cawapres. Bahkan beliau melanjutkan, jikalau sudah ada pembicaraan detail soal rencana tersebut. “Saya tidak kecewa, kaget aja,” imbuhnya.


Jokowi berkumpul dengan pimpinan parpol di Restoran Plataran, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, sedangkan Mahfud menunggu di restoran lain yang jaraknya berdekatan. Namun, Mahfud meninggalkan restoran lebih dulu sebelum Jokowi dan para pimpinan parpol gelar jumpa pers.


Urusan Selingkuh Kekasih, Si Nona Jauh Lebih Lihai Dibanding Kelihatannya

Jangan heran, jika si nona sanggup berbuat seenaknya untuk urusan percintaan dan kesetiaan, menyerupai menduakan Bung dengan pria lain. Mendua atau berselingkuh, sanggup saja dilakukan oleh kaum hawa, alasannya hal ini tidak menutup kepada satu gender saja. Meskipun secara luas, pria sering kali yang kedapatan berselingkuh, namun tetap saja jika urusan lihai dan handal, ternyata Bung kalah jauh loh dibanding si nona.


Sebuah buku karangan Daniel Gomez, bertajuk ‘Play For Win’ yang membahas wacana betapa jagonya si nona untuk mengkhianati kesetiaan, menyampaikan gaya perselingkuhan yang dilakukan oleh si nona jauh lebih rapat dan sulit diendus oleh Bung. Sehingga Bung selalu terkecoh dengan permainannya. Lantas permainan menyerupai apa ya Bung, yang dilakukan si nona sehingga menciptakan perselingkuhannya terkesan rapi.


Sangat Teroganisir Dalam Merangkai Cerita yang Terlampir


 jika si nona sanggup berbuat seenaknya untuk urusan percintaan dan kesetiaan Urusan Menduakan Kekasih, Si Nona Jauh Lebih Lihai Dibanding Kelihatannya


“Saya sering melihat mereka (perempuan) berhenti di depan rumah rekannya, kemudian berfoto-foto. Lalu, mereka posting photo tersebut di Facebook sebagai bukti mereka bersama teman-teman. Padahal, mereka cuma bertandang ke rumah rekan sepanjang 10 menit, tetapi mereka begitu kreatif untuk memanipulasi realitas supaya tampak selalu bersama teman-teman sepanjang saat, ” tutur Gomez.


Alasan si nona lebih lihai dalam berselingkuh yaitu alasannya ia takut tertangkap berair akan perselingkuhannya. Sehingga si nona pun merangkai dongeng lebih bakir sehingga semua terlihat baik-baik saja. Caranya pun dengan mencari alasan supaya sanggup hang out bareng dengan temannya, menyerupai mengadakan arisan, belanja, hingga makan bareng. Padahal tak keseluruhan kegiatannya dilakukan bersama rekannya.


Si nona Sangat Mengutamakan Keamanan Kala Menjalani Perselingkuhan


 jika si nona sanggup berbuat seenaknya untuk urusan percintaan dan kesetiaan Urusan Menduakan Kekasih, Si Nona Jauh Lebih Lihai Dibanding Kelihatannya


“Perempuan cenderung menghabiskan banyak waktu dalam merancanakan perselingkuhan. Bahkan mereka mempunyai nomor hp gres untuk berkomunikasi dengan “pacar”-nya itu,” ungkap Gomez. Keamanan menjadi hal utama yang dijaga oleh si nona dalam melancarkan misinya (dibaca: berselingkuh).


Baginya menduakan itu semacam privacy, yang tak sanggup diganggu dan harus dijaga tingkat kerahasiaanya. Dibanding pria yang kerap tak terorganisir dalam melaksanakan perselingkuhan, bahkan ada yang melaksanakan secara terang-terangan.


Insting Turut Serta Beperan, Apalagi Kala Terjadi Hal Genting


 jika si nona sanggup berbuat seenaknya untuk urusan percintaan dan kesetiaan Urusan Menduakan Kekasih, Si Nona Jauh Lebih Lihai Dibanding Kelihatannya


Insting si nona memang lebih berpengaruh dibanding Bung, dalam berselingkuh pun si nona melakukannya dengan insting. Seperti yang dibahas, jika si nona merupakan orang yang sangat takut apabila perselingkuhannya terbongkar.


Maka ia tahu kapan harus bertemu dengan selingkuhannya, apabila instingnya mencicipi jika hal ini kondusif maka ia tak segan untuk bertemu. Namun, apabila tak baik maka si nona akan mengurungkan niatnya. Oleh alasannya itu, kala Bung selingkuh, si nona menyerupai mempunyai insting tajam, jadi jangan heran jika si nona akan dengan praktis memergoki Bung ketika sedang selingkuh.


Bertingkah Lebih Adem dari Biasanya, Bahkan Tak Lagi Marah Apabila Bung Lakukan Kebiasaan Buruk di Depannya


 jika si nona sanggup berbuat seenaknya untuk urusan percintaan dan kesetiaan Urusan Menduakan Kekasih, Si Nona Jauh Lebih Lihai Dibanding Kelihatannya


Ada beberapa kebiasaan jelek yang Bung tak sengaja lakukan di depan si nona, dan membuatnya kerap marah. Apesnya, Bung pun tak sanggup lepas dari kebiasaan jelek tersebut, dan respon si nona selalu sama yakni memarahi Bung.


Tetapi apabila ia tak marah, bukan berarti jika ia sudah simpulan dan lelah untuk memberitahumu, Bung. Bisa jadi ada hal yang disembunyikan oleh si nona. Karena di satu posisi, si nona pun sadar bahwa perselingkuhan yang dilakukan yaitu kesalahan dan menciptakan dirinya merasa bersalah padamu, Bung. Dengan begitu si nona pun menentukan tak memarahi Bung untuk meringankan rasa bersalahnya.


Memberikan Banjir Perhatian Tanpa Ada Satu Alasan


 jika si nona sanggup berbuat seenaknya untuk urusan percintaan dan kesetiaan Urusan Menduakan Kekasih, Si Nona Jauh Lebih Lihai Dibanding Kelihatannya


Para pakar psikologi mengatakan, alasan utama seorang wanita berselingkuh bukanlah seks menyerupai halnya laki-laki. Tetapi alasannya ada korelasi emosional yang berpengaruh dengan orang ketiga. Intinya hal tersebut membuatnya lebih bahagia. Kebahagiaan yang ia terima dari orang ketiga, coba ditularkan kepada Bung yang notabene yaitu kekasihnya. Dengan alasan ingin menyimpan diam-diam dan menutup jejaknya. Agar potensi tertangkap berair lebih kecil. Kaprikornus jika si nona tiba-tiba bersikap manis, tanpa ada alasan atau hari tersebut bukan hari senang kalian berdua, sanggup jadi ada musibah besar dibaliknya.


 


 


Terdapat Pelajaran Berharga Dari Pahitnya Mereka Yang Melaksanakan Perceraian

Putusnya ikatan ijab kabul antara suami dan istri memang tak mengenakkan. Perkara ibarat ini sanggup menimpa siapa saja. Memang, tujuan ijab kabul itu ialah sekali seumur hidup. Tetapi kondisi dan situasi ‘kan tidak ada yang tahu, sehingga mengarahnya suatu kekerabatan ke arah perpisahan sanggup saja terjadi yang ditengarai oleh banyak faktor dibelakangnya. Salah satunya ialah KDRT, yang menjadi salah satu alasan selain adanya orang ketiga.


Perlakuan emosional yang diterima dari pasangan menciptakan seseorang tak kuasa untuk mempertahankan kekerabatan lebih jauh, Bung. Tak menutup mata, pelaku KDRT sendiri didominasi oleh kaum adam. Namun dibalik itu semua, kita pun tak mengharapkan kekerabatan yang terangkum dalam ikatan sumpah sehidup semati untuk terputus. Lagi pula perceraian ialah salah satu hal yang tak ingin didengar oleh setiap pasangan.Tetapi ada beberapa hal yang kita sanggup pelajari dari perceraian yang dialami oleh mereka, pasangan yang kurang beruntung hingga harus menyudahi ikatannya.


Timbulnya Gejala Hubungan yang Mengarah ke Arah Toxic


Putusnya ikatan ijab kabul antara suami dan istri memang tak mengenakkan Terdapat Pelajaran Berharga dari Pahitnya Mereka yang Melakukan Perceraian


Toxic relationship adalah proses kala kekerabatan tak lagi menyenangkan bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan hingga kala ijab kabul sudah jawaban digelar, Bung dan si nona gres menemui ternyata salah satu dari kalian sudah mengarah ke arah toxic relationship.


Hal-hal yang berkaitan dengan hal itu ibarat merasa tidak kondusif akan hubungan, timbulnya kecemburuan, munculnya sifat egois, lalu rasa ketidakjujuran, hingga menawarkan komentar negatif maupun merendahkan. Apabila seorang pasangan sudah mengalami konflik batin yang mengarah kepada amarah, depresi, dan kecemasan itu sudah sanggup dipastikan jikalau kekerabatan mengarah ke arah toxic relationship.


Jangan Menyembunyikan Masalah Keuangan


Putusnya ikatan ijab kabul antara suami dan istri memang tak mengenakkan Terdapat Pelajaran Berharga dari Pahitnya Mereka yang Melakukan Perceraian


Uang ialah kunci. Tidak salah kok Bung jikalau kami berkata ibarat itu, karena problem keuangan sangat krusial bagi setiap pasangan. Jangan sembunyikan dan terbukalah, jikalau dari awal Bung sudah terbuka perihal problem keuangan terhadap si nona itu merupakan langkah yang positif. Bung sanggup membuatkan kepada si nona perihal janji mengenai keuangan rumah tangga. Seperti siapa yang bertanggung jawab terhadap apa.


Berkaitan dengan Pernikahan, Masalah Harus Diselesaikan secara Berduaan


Putusnya ikatan ijab kabul antara suami dan istri memang tak mengenakkan Terdapat Pelajaran Berharga dari Pahitnya Mereka yang Melakukan Perceraian


Karena ini berkaitan dengan problem Bung dan si nona, sebisa mungkin problem harus diselesaikan berdua. Boleh saja untuk meminta pendapat kepada orang lain perihal problem yang kalian alami, tapi sebisa mungkin orang tersebut dari keluarga Bung atau keluarganya. Hal ini hanya bersumber kepada saran, jangan hingga ranah sensitif bahkan hingga malu harus Bung beberkan.


Hindari Curhat Terang-terangan di Media Sosial, meskipun Hanya Bersifat ‘Kode’ Semata


Putusnya ikatan ijab kabul antara suami dan istri memang tak mengenakkan Terdapat Pelajaran Berharga dari Pahitnya Mereka yang Melakukan Perceraian


Ingatlah Bung ataupun si nona, media umum bukanlah buku harian di mana Bung sanggup curahkan segala emosi dan perasaanmu. Lantaran, tak pantas untuk membagikan permasalahan keluarga di sosial media. Meskipun muncul ungkapan simpati atau respon simpatik dari kalangan teman, tetap saja hal tersebut tak layak dilakukan.


Jangan Mengacuhkan Keluarganya, Karena Bung Ada Masalah Dengannya


Putusnya ikatan ijab kabul antara suami dan istri memang tak mengenakkan Terdapat Pelajaran Berharga dari Pahitnya Mereka yang Melakukan Perceraian


Masalah Bung dengan dia, jangan hingga merembet ke keluarganya. Dalam kasus pernikahan, apabila melibatkan perseteruan kedua belah pihak pasangan, jangan hingga menciptakan pihak keluarga terseret ke dalamnya. Bagaimana pun, kala Bung sudah menikah, keluarganya ialah keluarga Bung juga, ‘kan?