Salah Satu Hobi Pep Guardiola; Mendepak Pemain Mahir Di Kancah Sepak Bola

Posted by Ganas003 on Agustus 17, 2019 in ,

Pelatih sekaliber Pep Guardiola menemukan masa emasnya dikala menjadi pelatih. Ia pun dijuluki si raja taktik dan possession football, bagan permainan yang diusungnya selalu matang, bahkan beberapa taktiknya pun selalu jalan, tak heran dirinya jadi banyak incaran tim di seluruh dunia. Apalagi dikala menukangi Barcelona, di mana lemari trophy penuh akan sumbangsih dari dirinya.


Hingga menciptakan dirinya dipuja dan kerap ditawarkan untuk menunjukkan sentuhan terbaiknya sebagai pelatih. Dibalik dongeng elok tersebut, ternyata Guardiola mempunyai dongeng yang cukup mencengangkan terutama kala dirinya menjual pemain yang tak masuk bagan permainannya. Beberapa pemain yang dijualnya ini, bahkan merupakan nama-nama andal dalam jajaran pemain sepak bola.


Kelakuannya di Luar Lapangan Membuat Guardiola Geram


Pelatih sekaliber Pep Guardiola menemukan masa emasnya dikala menjadi instruktur Salah Satu Hobi Pep Guardiola; Mendepak Pemain Hebat di Kancah Sepak Bola


Jauh sebelum Guardiola geram akan sikapnya di luar lapangan yang kerap melaksanakan pesta hingga larut malam. Ternyata rentetan cidera yang dialaminya di ekspresi dominan 2007/2008 menciptakan nama Ronaldinho harus mengakhiri ekspresi dominan lebih awal sekarang. Namanya pun tak masuk dalam bagan rencana taktik dari Guardiola. Alhasil ia dilego ke AC Milan. Mungkin hal itu menunjukkan tamparan baginya, sehingga ia bisa tampil prima kala berseragam AC Milan.


Dua Kali Terancam Kala Kedatangan Guardiola di Tim yang Dibelanya


Pelatih sekaliber Pep Guardiola menemukan masa emasnya dikala menjadi instruktur Salah Satu Hobi Pep Guardiola; Mendepak Pemain Hebat di Kancah Sepak Bola


Yaya Toure dan Pep Guardiola menyerupai medan magnet yang berkutub sama, tidak sanggup menyatu. Jawaban ini ada menurut pengakuannya sendiri. Sikap Guardiola kepada Yaya menjadi alasan utama kenapa pada dikala itu ia mendapatkan pinangan Manchester City. Yaya pun menambahkan jika Pep merupakan sosok yang sangat sulit diajak berkomunikasi, Guardiola tak pernah berbicara dengan dirinya dikala tolong-menolong di Barcelona.


Kini Yaya Toure pun kembali menemukan mimpi buruknya, mereka malah kembali bekerja sama di Manchester City. Terlebih dikala Guardiola kembali tak menunjukkan kesempatan pada dirinya bahkan mempersilahkan dirinya pindah.


Mendepak Salah Satu Pemain Tengah Berbahaya di FC Hollywood


Pelatih sekaliber Pep Guardiola menemukan masa emasnya dikala menjadi instruktur Salah Satu Hobi Pep Guardiola; Mendepak Pemain Hebat di Kancah Sepak Bola


Banyak pihak yang salut atas keputusan yang diambil oleh instruktur berkepala plontos dikala menjadi instruktur di Bayern Munchen. Toni Kross merupakan salah satu pemain tengah terbaik di lini tengah Munchen dikala itu, tetapi tuntutan dirinya yang meminta gajinya dinaikkan menciptakan galau tim berjuluk FC Hollywood itu.


Kemudian pemain sekelas Toni pun dilepas ke Madrid dengan banderol 25 juta euro di 2014. Kepindahan Kross menjadi aroma keberuntungan baginya, alasannya dua tahun setelahnya, Real Madrid juara Liga Champions, bahkan hingga tiga kali berturut-turut di tahun 2016, 2017, dan 2018.


Dijadikan Pelengkap untuk Transfer Zlatan Ibrahimovic


Pelatih sekaliber Pep Guardiola menemukan masa emasnya dikala menjadi instruktur Salah Satu Hobi Pep Guardiola; Mendepak Pemain Hebat di Kancah Sepak Bola


Samuel Eto’o tidak dijual oleh Barcelona, namun harapan mendapatkan pemain sekaliber Zlatan Ibrahimovic ternyata menunjukkan elemen pendukung. Yakni dengan nilai transfer sekaligus Samuel Eto’o. Sehingga di ekspresi dominan 2009/2010, Eto’o berada di Inter Milan. Namun kedatangan Ibra ternyata tak menciptakan dirinya sanggup gampang membawa Liga Champions. Malahan Inter Milan yang berhasil menyingkirkan Barcelona dan keluar sebagai juara. Di tahun itu pun Inter Milan menorehkan sejarah sebagai tim Seri E pertama yang berhasil meraih Ballon d’Or.


Ternyata Ibrahimovic pun Hanya Bertahan Setahun di Camp Nou


Pelatih sekaliber Pep Guardiola menemukan masa emasnya dikala menjadi instruktur Salah Satu Hobi Pep Guardiola; Mendepak Pemain Hebat di Kancah Sepak Bola


Setelah mengakibatkan Samuel Eto’o sebagai pelengkap, ternyata tak menciptakan Ibrahimovic betah berada di Barcelona. Ia merasa geram dengan sistem kepelatihan dari Pep Guardiola. Bahkan keluh kesahnya selama ada di sana tetulis terperinci dalam biografinya berjudul, im Zlatan, apalagi Zlatan kerap menghangatkan kursi cadangan ketimbang menjadi singa di lapangan, sehingga menciptakan dirinya tak betah. Pep katanya tidak berani menatapnya, ketika Zlatan mempertanyakan apa alasan membangkucadangkan dirinya.