Bagi Instruktur Garuda Muda, Harga Diri Bangsa Yaitu Segalanya

Beberapa instruktur biasanya bermain kondusif dalam tubruk tak memilih dengan menurunkan pemain pelapis kala timnya sudah memastikan daerah untuk melaju ke babak selanjutnya. Hal ini biasanya dilakukan alasannya instruktur ingin kondisi pemain utamanya sanggup tampil maksimal. Beda dari yang lain, pada Piala AFF U-16 2018, instruktur Fakhri Husaini justru tetap menurunkan beberapa pemain pada dasarnya kala melawan Kamboja meskipun tiket semifinal sudah dipastikan di tangan.


Pelatih yang kerap memakai topi tersebut beralasan bahwa dia tidak ingin menggadaikan harga diri timnas. Alhasil dia tetap memainkan beberapa pemain inti di tubruk tanpa arti bagi Indonesia yang sudah memastikan melaju ini.


“Tentu kami ingin menang. Semua instruktur ingin timnya selalu menang dan saya mustahil menggadaikan harga diri timnas dan bangsa dengan menargetkan seri ataupun kalah supaya menghindari suatu lawan tertentu,” ucap Fakhri Husaini dikutip dari Bolasport.com


Bagus Kahfi, Sutan Zico, maupun Fajar Faturahman tetap diturunkan pada tubruk tersebut. Alhasil permainan Indonesia pun mengganas dengan torehan yang memuaskan. Dengan memboyong empat gol ke gawang Kamboja tanpa balas. Pasukan garuda muda yang dipimpin Fakhri siap melibas siapa saja lawannya.


“Jadi, siapapun lawannya, nanti kami tetap menaruh respek dan kami siap melawan mereka,” pungkas Fakhri.


Pidato Joko Widodo Soal ‘Berantem’ Tak Kunjung Adem, Ormas Di Yogya Pun Melaporkannya Ke Empat Forum Negara

Pidato ‘Berantem’ Jokowi ternyata berbuntut panjang. Meskipun banyak yang membelanya karena bermakna kiasan guna menunjukkan semangat terhadap relawan. Namun, ormas di Yogyakarta yang menamakan dirinya Indonesia Court Monitoring (ICM) melaporkannya ke empat forum negara sekaligus yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawan Pemilu (Bawaslu), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).


“Bagi kami ini sangat berbahaya alasannya yakni Bapak Joko Widodo dimandatkan sebagai Presiden Republik Indonesia hingga 2019. Beliau yakni panglima tertinggi Tentara Nasional Indonesia Polri. Beliau pula yang mengangkat Kepala Badan Intelijen Negara,” ujar Direktur ICM Tri Wahyu KH dilansir dari CNN Indonesia.


Mencederai makna pemilu damai, yakni poin yang ditekankan Wahyu atas pengaduannya. Terlebih lagi konflik horizontal sanggup saja terjadi karena masyarakat dan relawan sanggup saja mempunyai penafsiran berbeda atas pidato tersebut. Sehingga ICM yang merasa prihatin pun mengadukannya.


Wahyu menambahkan ada dua pertimbangan yang mendasari aduan itu. Pertama, alinea ke empat Undang-Undang Dasar 45 bahwa pemerintah Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dan Kedua, Nawa Cita Presiden RI di Perpres 2 tahun 2015 butir pertama yaitu negara hadir memberi rasa kondusif dan nyaman.


Toyota Fortuner, Kendaraan Glamor Di Jakarta Bermetamorfosis Menjadi Angkot Di Papua

Umumnya, untuk transportasi umum biasanya kita menemukan tipikal mobil-mobil MPV ibarat Avanza dan Xenia. Tetapi di Papua, justru kendaraan beroda empat berkelas ibarat Fortuner, Hilux, hingga Innova yang dijadikan transportasi umum atau yang dikenal dengan nama angkot.


Memang medan jalan umum di Papua tak sanggup disamakan dengan kota-kota besar yang ada di Pulau Jawa. Curamnya tanjakan dan tingkat kerusakan jalan, terkadang tak sanggup ditolelir sehingga membutuhkan kendaraan beroda empat berkekuatan esktra untuk mengatasi kondisi jalan. Mobil Toyota Fortuner lazim ditemui di pedalaman Paniai melalui trans jalan Nabire, Papua. Uniknya kendaraan beroda empat berjenis SUV tersebut berplat kuning.


“Kaget dan bersyukur membaca informasi ini, Artinya Toyota Fortuner ini sanggup menjadi solusi transportasi di Papua yang masih mempunyai medan jalanan yang ekstrim dimana tidak setiap jenis kendaraan beroda empat sanggup melewatinya,” ujar PR Manager PT Toyota-Astra Motor Rouli H Sijabat dikutip dari Detik.


“Dan juga faktor keekonomisan menciptakan kendaraan ini menjadi pilihan partner bisnis perjuangan transportasi di Papua,” imbuhnya.


Seorang supir yang menggunakan Toyota Fortuner sebagai kendaraan umum mengungkapkan ia mematok tarif per kepala sebesar Rp 500 ribu. Harga pun sanggup naik apabila pemesanan dilakukan secara khusus ibarat carter. Supir berjulukan Mardi tersebut mengaku untuk carter sanggup Rp 1 juta per hari untuk dalam kota saja.


Sedangkan dari Nabire ke Paniani sanggup mencapai Rp 3 juta per hari. Hal tersebut masuk akal alasannya ialah Nabire ke Pegunungan Paniani sanggup memakan waktu sekitar 6 jam dengan kondisi jalan rusak dan longsor. Bahkan sejumlah jembatan pun beberapa diantaranya masih dalam tahap pembangunan.


Meskipun menggunakan Fortuner, pengalaman unik mengantar penduduk pedalaman yang tidak menggunakan bantalan kaki pernah dialami oleh Mardi.


“Pakai kendaraan beroda empat enak. Ini kendaraan beroda empat Fortuner keluaran 2018 saya cicil Rp 15 juta per bulan selama 3 tahun harga Rp 500-an juta,” kata seorang sopir, Mardi kepada detikOto.


Tetapi resiko yang didapat pun cukup mengerikan untuk menjadi supir di tempat tersebut. Seperti pemalangan dan rampok pernah dialami oleh Mardi, yang disebutnya sebagai “bala” (musibah). Ditodong pistol di kepala hingga dikalungi bendo pun pernah menjadi bab dari cerita hidupnya menjadi supir.


Salah Satu Hobi Pep Guardiola; Mendepak Pemain Mahir Di Kancah Sepak Bola

Pelatih sekaliber Pep Guardiola menemukan masa emasnya dikala menjadi pelatih. Ia pun dijuluki si raja taktik dan possession football, bagan permainan yang diusungnya selalu matang, bahkan beberapa taktiknya pun selalu jalan, tak heran dirinya jadi banyak incaran tim di seluruh dunia. Apalagi dikala menukangi Barcelona, di mana lemari trophy penuh akan sumbangsih dari dirinya.


Hingga menciptakan dirinya dipuja dan kerap ditawarkan untuk menunjukkan sentuhan terbaiknya sebagai pelatih. Dibalik dongeng elok tersebut, ternyata Guardiola mempunyai dongeng yang cukup mencengangkan terutama kala dirinya menjual pemain yang tak masuk bagan permainannya. Beberapa pemain yang dijualnya ini, bahkan merupakan nama-nama andal dalam jajaran pemain sepak bola.


Kelakuannya di Luar Lapangan Membuat Guardiola Geram


Pelatih sekaliber Pep Guardiola menemukan masa emasnya dikala menjadi instruktur Salah Satu Hobi Pep Guardiola; Mendepak Pemain Hebat di Kancah Sepak Bola


Jauh sebelum Guardiola geram akan sikapnya di luar lapangan yang kerap melaksanakan pesta hingga larut malam. Ternyata rentetan cidera yang dialaminya di ekspresi dominan 2007/2008 menciptakan nama Ronaldinho harus mengakhiri ekspresi dominan lebih awal sekarang. Namanya pun tak masuk dalam bagan rencana taktik dari Guardiola. Alhasil ia dilego ke AC Milan. Mungkin hal itu menunjukkan tamparan baginya, sehingga ia bisa tampil prima kala berseragam AC Milan.


Dua Kali Terancam Kala Kedatangan Guardiola di Tim yang Dibelanya


Pelatih sekaliber Pep Guardiola menemukan masa emasnya dikala menjadi instruktur Salah Satu Hobi Pep Guardiola; Mendepak Pemain Hebat di Kancah Sepak Bola


Yaya Toure dan Pep Guardiola menyerupai medan magnet yang berkutub sama, tidak sanggup menyatu. Jawaban ini ada menurut pengakuannya sendiri. Sikap Guardiola kepada Yaya menjadi alasan utama kenapa pada dikala itu ia mendapatkan pinangan Manchester City. Yaya pun menambahkan jika Pep merupakan sosok yang sangat sulit diajak berkomunikasi, Guardiola tak pernah berbicara dengan dirinya dikala tolong-menolong di Barcelona.


Kini Yaya Toure pun kembali menemukan mimpi buruknya, mereka malah kembali bekerja sama di Manchester City. Terlebih dikala Guardiola kembali tak menunjukkan kesempatan pada dirinya bahkan mempersilahkan dirinya pindah.


Mendepak Salah Satu Pemain Tengah Berbahaya di FC Hollywood


Pelatih sekaliber Pep Guardiola menemukan masa emasnya dikala menjadi instruktur Salah Satu Hobi Pep Guardiola; Mendepak Pemain Hebat di Kancah Sepak Bola


Banyak pihak yang salut atas keputusan yang diambil oleh instruktur berkepala plontos dikala menjadi instruktur di Bayern Munchen. Toni Kross merupakan salah satu pemain tengah terbaik di lini tengah Munchen dikala itu, tetapi tuntutan dirinya yang meminta gajinya dinaikkan menciptakan galau tim berjuluk FC Hollywood itu.


Kemudian pemain sekelas Toni pun dilepas ke Madrid dengan banderol 25 juta euro di 2014. Kepindahan Kross menjadi aroma keberuntungan baginya, alasannya dua tahun setelahnya, Real Madrid juara Liga Champions, bahkan hingga tiga kali berturut-turut di tahun 2016, 2017, dan 2018.


Dijadikan Pelengkap untuk Transfer Zlatan Ibrahimovic


Pelatih sekaliber Pep Guardiola menemukan masa emasnya dikala menjadi instruktur Salah Satu Hobi Pep Guardiola; Mendepak Pemain Hebat di Kancah Sepak Bola


Samuel Eto’o tidak dijual oleh Barcelona, namun harapan mendapatkan pemain sekaliber Zlatan Ibrahimovic ternyata menunjukkan elemen pendukung. Yakni dengan nilai transfer sekaligus Samuel Eto’o. Sehingga di ekspresi dominan 2009/2010, Eto’o berada di Inter Milan. Namun kedatangan Ibra ternyata tak menciptakan dirinya sanggup gampang membawa Liga Champions. Malahan Inter Milan yang berhasil menyingkirkan Barcelona dan keluar sebagai juara. Di tahun itu pun Inter Milan menorehkan sejarah sebagai tim Seri E pertama yang berhasil meraih Ballon d’Or.


Ternyata Ibrahimovic pun Hanya Bertahan Setahun di Camp Nou


Pelatih sekaliber Pep Guardiola menemukan masa emasnya dikala menjadi instruktur Salah Satu Hobi Pep Guardiola; Mendepak Pemain Hebat di Kancah Sepak Bola


Setelah mengakibatkan Samuel Eto’o sebagai pelengkap, ternyata tak menciptakan Ibrahimovic betah berada di Barcelona. Ia merasa geram dengan sistem kepelatihan dari Pep Guardiola. Bahkan keluh kesahnya selama ada di sana tetulis terperinci dalam biografinya berjudul, im Zlatan, apalagi Zlatan kerap menghangatkan kursi cadangan ketimbang menjadi singa di lapangan, sehingga menciptakan dirinya tak betah. Pep katanya tidak berani menatapnya, ketika Zlatan mempertanyakan apa alasan membangkucadangkan dirinya.



Anak Tukang Bubur Lolos Calon Taruna Akmil, Jadi Bukti Jikalau Mimpi Dapat Diraih Lewat Jerih Payah Sedari Dini

Mungkin sebagian dari Bung menyangka jikalau hanya dari kalangan tertentu saja yang bisa menjadi calon taruna Akademi Militer atau Akmil. Namun, cerita seorang pria berjulukan Imron Ichwani barangkali bisa merubah paradigma bagi sebagian orang, terutama Bung sendiri.


Siapa sangka, Imron yang seorang anak tukang bubur asal Purbalingga tersebut dinyatakan lolos seleksi. Bahkan seorang Komandan Kodim 0702 Purbalingga Letkol Inf Andy Bagus, menyatakan jikalau cerita Imron bisa membuka mata masyarakat perihal siapa pun mereka, dari mana pun asal mereka, selama berusaha niscaya bisa meraih mimpinya.


“Imron Ichwani sudah menerangkan bukan hanya anak orang tertentu yang bisa menjadi taruna Akmil,” tutur Andi Bagus dikutip dari Liputan 6.


Imron sendiri dituturkan sebagai anak yang cukup beprestasi dan juga pintar. Saat masih menduduki dingklik Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas dia mengikuti lomba Olimpiade Tingkat Povinsi.  Selama menempuh pendidikan di Sekolah Menengan Atas dia cukup aktif dalam organisasi kesiswaan dan paskibra. Berkat aba-aba dari guru pembina SMA, dia yang semula bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN), berganti haluan dan mendaftar calon taruna Akmil.


Sementara Ayahnya, Sugeng Suroso, sudah sepuluh tahun berdagang bubur ayam. Dari berjualan keliling dengan memakai sepeda motor, bapak dari tujuh anak ini bisa mengumpulkan pendapatan rata-rata Rp 50 ribu per hari.


Kala Bung Dan Si Nona Terpisah Jarak, Ada Beberapa Hal Yang Sanggup Dijadikan Semangat

Menjadi pasangan tak selalu identik dengan berduaan, kerap bersama-sama, dan membangun romansa. Ketahuilah jika ketabahan berpasangan biasanya diuji apabila dua manusia saling menjalin kemesraan dalam balutan jarak. Lantaran pekerjaan menciptakan Bung harus berdinas di luar kota, sedangkan si nona tak sanggup ikut denganmu alasannya yaitu ini problem pekerjaan. Alhasil dipisahkan selama berbulan-bulan yaitu hal yang tak mengenakkan bagi kalian yang mengategorikan diri sebagai pasangan.


Si nona pun rela menahan rasa rindu dalam hitungan ahad bahkan bulan. Sampai-sampai tiba godaan yang menciptakan si nona cukup goyah untuk menahan beratnya relasi tanpa ada Bung di sisinya. Meski begitu, sesungguhnya banyak cara untuk menangani Bung dan si nona yang bekerjasama tapi terpisahkan jarak.


Percayalah jika Si Nona Selalu Ada di Dekat Bung, meskipun Hanya Tampilan Semu


Menjadi pasangan tak selalu identik dengan berduaan Kala Bung dan Si Nona Terpisah Jarak, Ada Beberapa Hal yang Dapat Dijadikan Semangat


Kepercayaan menjadi kunci dalam relasi yang terpisahkan jarak, karena hal ini sanggup Bung jadikan semangat untuk selalu menjalani hari dengan status masih bersama dia. Tumbuhkan kepercayaan jika ia tak bakal berlaku macam-macam. Karena si nona sudah cukup cendekia balig cukup akal untuk menjaga janji yang tengah dibangun. Kepercayaan yang Bung hadirkan sanggup berimbas posiitf untuk membangun semangat baru


Jangan Lupa untuk Berkomunikasi Selalu, Agar Si Nona Seolah Selalu Ada di Samping Bung


Menjadi pasangan tak selalu identik dengan berduaan Kala Bung dan Si Nona Terpisah Jarak, Ada Beberapa Hal yang Dapat Dijadikan Semangat


Chatting mungkin bukan sebuah rasa yang sanggup mengobati ketika Bung ingin selalu berada di dekatnya. Tapi teleponlah jika Bung ingin mencicipi bagaimana lembut bunyi si nona dan bentuk perhatiannya secara verbal. Karena salah satu hal yang bikin Bung semangat dikala ia memperlihatkan perhatian, apalagi diungkapkan lewat suara, justru sensasinya terasa berbeda.


Memberikan Kejutan untuk Si Nona dengan Sebuah Kado yang Dikirimkan


Menjadi pasangan tak selalu identik dengan berduaan Kala Bung dan Si Nona Terpisah Jarak, Ada Beberapa Hal yang Dapat Dijadikan Semangat


Tak perlu menunggu momen si nona berulang tahun dalam hal memperlihatkan hadiah. Cukup berikan saja, meskipun tetap kurir yang menjadi mediator untuk memperlihatkan hadianya. Karena relasi jarak jauh terasa lebih menyenangkan dan mengasyikkan jika diselipkan dengan sebuah kejutan. Tak perlu mahal dan mewah, yang penting akhirnya istimewa.


Kala Masalah Datang Jangan Saling Menyalahkan, tetapi Tetaplah Tenang


Menjadi pasangan tak selalu identik dengan berduaan Kala Bung dan Si Nona Terpisah Jarak, Ada Beberapa Hal yang Dapat Dijadikan Semangat


Masalah dalam sebuah relasi niscaya ada saja. Jangankan relasi yang terpisah  jarak, relasi yang dijalin berdekatan dan satu regional saja terkadang juga diterpa masalah yang sangat bermacam-macam dan sulit untuk diselesaikan. Nah, apalagi yang terpisah akan jarak ‘kan, Bung? Oleh alasannya yaitu itu carilah jalan keluar bantu-membantu kala Bung dan si nona bertengkar.


Rangkai Komitmen Jangka Panjang Agar Hubunganmu Langgeng Bung


Menjadi pasangan tak selalu identik dengan berduaan Kala Bung dan Si Nona Terpisah Jarak, Ada Beberapa Hal yang Dapat Dijadikan Semangat


Komitmen jangka panjang harus Bung rangkai dengan si nona, supaya ia percaya jika relasi ini bukanlah cinta monyet biasa. Karena tujuan yang dicari dari sebuah relasi yaitu pelaminan. Dengan begitu si nona akan mempercayai Bung sepenuh hati. Jarak dan waktu pun sanggup si nona tahan untuk hari ini, supaya nanti ia sanggup bersama Bung setiap hari.


Kiasan Yang Diucapkan Jokowi, Bikin Kebakaran Jenggot Dari Kepala Sampai Kaki

“Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi jika diajak berantem juga berani,” kata Jokowi kala pertemuan dengan relawan di Sentul.


Kata ‘berantem’ yang diucapkan Jokowi, menciptakan banyak kalangan kalang kabut. Banyak yang berpikiran jika Jokowi menyuruh relawannya untuk berani melaksanakan pertarungan dengan pihak atau dari kubu lain. Apalagi, Bung pun tahu, pada Pemilu empat tahun kemudian saja, perang lisan hingga ada jotos pernah terjadi. Adapun pernyataan yang dilontarkan orang nomor satu di Indonesia ini menuai banyak kontroversi.


Namun, Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP menyampaikan jika pidato Presiden Joko Widodo di Sentul yang menyinggung relawan supaya siap tabrak merupakan kiasan. Menurut Johan, tabrak yang diucapkan tak berarti dalam arti bekerjsama ialah baku hantam secara fisik.


“Saya kira yang disampaikan Pak Jokowi kiasan. Berantem jangan dikaitkan secara fisik,” kata Johan dikutip dari CNN Indonesia.


Tak ada nada provokatif terhadap pihak mana pun, kata Johan melanjutkan. Ia pun memintar supaya warga tak menyalahartikan makna dari pidato Pak Jokowi sebab bakal mengakibatkan perpecahan.  Sementara berdasarkan Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) menganggap pidato dari orang nomor satu tersebut untuk memperlihatkan suntikan semangat.


“Kalau tabrak secara fisik itu melanggar hukum. Saya hadir di sana, itu maksudnya untuk memberi semangat, bukan mengajak berkelahi,” kata JP Sihol Manulang.


Ketika Menpora Malaysia Merasa Suporter Indonesia Keterlaluan, Bagi Timor Leste Tidak Demikian

Dalam lanjutan pagelaran Piala AFF U-16 di Sidoarjo, kita mengetahui banyak hal yang mewarnainya, Bung. Terutama dari sisi kontroversi dua negara yang kerap bersitegang dari segala aspek. Yakni Indonesia dan Malaysia.


Beberapa waktu kemudian kedua negara saling bersitegang, yang diawali dari unggahan di Instagram Stories miliki punggawa Malaysia U-16 yang memposting foto Indonesia secara terbalik, disambut dengan saut-sautan tidak terpuji beberapa oknum suporter Indonesia kepada Malaysia, kemudian video tersebut pun kemudian diposting di Instagram milik Menpora Malaysia.


Suporter Indonesia, menjadi pihak yang tersudutkan di media umum atas agresi saut-sautannya terhadap pemain Malaysia. Banyak yang menanggapi secara pro dan kontra, ada yang mendukung, ada pula yang menghujat. Namun dibalik itu semua, pada tubruk lanjutan Indonesia kala melawan Timor Leste yang berakhir bagi kemenangan Indonesia, Timor Lesta mengaku terkesan dengan agresi dan perilaku suporter Indonesia. Hal ini pun diungkapkan eksklusif oleh sang kiper, Marcio Dores.


“Pertandingan yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Mungkin tidak akan saya lupa, suporter sangat luar biasa,” ujar Marcio Dores, menyerupai dilansir Viva.


Menariknya, kala pemain Indonesia menunjukkan salam hormat kepada penonton, pemain-pemain Timor Leste juga iktu mengelilingi lapangan sambil melambaikan tangan pada penonton. Sejumlah pemain Timor Leste pun hingga ada yang naik pagar untuk berjabat tangan dengan pendukung Indonesia.